RSS

Category Archives: Pengantar Teknologi Internet & New Media

Manusia sebagai mahluk sosial

https://dmustcozztmick.files.wordpress.com/2012/10/manusiasebagaimakhluksosial.png?w=300Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai makhluk sosial tidak pernah lepas dari pengaruh dan ketergantungan terhadap sesama manusia. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain, tidak bisa dengan seenaknya berpakaian dan bersikap menurut kehendak anda sendiri. Anda harus patuh dan taat terhadap peraturan di dalam masyarakat. Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu makhluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial(social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain . Seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Misalnya, orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung mencari teman sesama artis. Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial karena manusia tidak akan bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Beda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam beberapa menit saja ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Karena untuk mempertahankan dirinya hewan di bekali insting. Insting atau naluri adalah sesatu yang sejak lahir, yang diperoleh bukan memalui proses belajar.

Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya dia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya, ia hanya bisa memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia akan menangis dan saat bayi sedang pipis.

Read the rest of this entry »

 

Videokeman

videokeman mp3
Mistletoe – Justin Bieber Song Lyrics

 

Digital Music (Musik Digital)

Secara sederhana, musik dapat diartikan sebagai suatu bentuk bunyi yang dapat didengar oleh indera pendengar. Alat yang menghasilkan musik pun berkembang sesuai dengan zamannya.

Kita telah mengenal berbagai macam alat musik tradisional seperti angklung, gamelan, seruling, saluang, sasando, kecapi, dan masih banyak yang lainnya. Sesuai perkembangan waktu dan teknologi, sekarang kita mengenal gitar listrik, drum, keyboard, dan lain-lain. Bahkan sekarang ini sedang marak di televisi dan berbagai media yang dinamakan musik digital.

Musik Digital sebagai Inovasi Baru

Inovasi baru di bidang musik adalah musik digital. Dengan format MP3, OOG, atau WAV musik digital mulai mengeluarkan gaungnya. Banyaknya pemutar musik digital yang mendukung format ini membuat era baru musik digital. Misalnya kalau sebelumnya, musik di-ripped- istilah untuk ekstraksi audio digital – dan terperangkap di PC dan Mac dengan aplikasi semacam iTunes. Kini dengan hadirnya iPod sebagai peranti musik portable canggih yang pernah diciptakan, terjadi perpaduan kenyamanan web dengan portabilitas dan fungsi sebagai sebuah platform yang benar-benar universal. Hal lain yang mendukung transformasi media sang musik adalah tindakan label-label besar yang meninggalkan sistem proteksi musik digital atau digital right management (DRM). Sampai tahun 2007 lalu, label-label besar masih tidak yakin penghapusan DRM akan mendongkrak penjualan album karena tanpa hal tersebut musik digital dengan bebas didisribusikan di antara konsumen yang berarti tak ada pemasukan untuk label.

Apa Itu Musik Digital ?

Musik yang dihasilkan dari komputer ? Ya, secara singkat dapat diartikan seperti itu. Sekarang kita bisa bermain dan menciptakan musik tanpa harus menggunakan alat musik.Cukup bermodalkan sebuah komputer dan aplikasi (software) pembuat musik di dalamnya. Salah satu aplikasi pembuat musik digital adalah Musical Instrument Digital Interface atau biasa disingkat dengan MIDI.
Read the rest of this entry »

 

Perkembangan Video Game

Perkembangan video game saat ini telah memasuki generasi ketujuh.Diantaranya Microsoft telah merilis Xbox 360, sementara Sony dan Nintendo tak mau kalah dengan  mengeluarkan PS3 dan Wii, dimana ketiganya mengusung teknologi game konsol terbaru dan tercanggih saat ini. Tetapi apa kalian masih ingat, bentuk dan teknologi yang terdapat pada game-game sebelumnya ? Jika kita ingat kembali, jauh sebelum ditemukannya teknologi game konsol yang disematkan pada teknologi game pada saat ini, kita tidak akan pernah mau bermain game, karena game pada jaman dulu masih berwarna hitam putih dan suara serta gambarnya pun masih terkesan lambat dan tidak menarik. Lambat laun, video game mulai berkembang hingga saat ini. Sebelum berkembang jafi seperti sekarang, video game mengalami beberapa generasi dan momen bersejarah, yang cukup menarik.

Sebelum masuk generasi pertama, sebenarnya video game telah dirilis pada tahun 150. Namun, pad era tersebut game hanya digunakan pada tempat tertentu dan kebanyakan hanya untuk simulasi dan latihan militer.

Generasi Pertama

Pada tahun 1966, videogame mulai memasuki babak awal perkembangannya. Ide-ide kreatif bermunculan, dan sebagian besar dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi (TI) di kampus. Salah satu di antaranya adalah Ralph Baer, teknisi di Sanders Associates. Ia tertarik membuat game sederhana yang nantinya diinstalasi di pesawat televisi. Baer kemudian menjual idenya ke berbagai produsen televisi di Amerika. Usaha Baer akhirnya membuahkan hasil, ketika Magnafox menawarkan untuk bersama-sama menggarap mesin game rumahan. Konsol game Baer yang prototipenya diberi nama Brown Box, kemudian meluncur dengan nama Magnafox Odyssey (Mei 1972), berisi 16 game built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Terjual sampai 200.000 unit, Magnafox Odyssey tercatat sebagai konsol videogame pertama di dunia. Pada tahun 1971, Pengusaha Nolan Bushnell — yang dikenal sebagai bapak game dunia — mendesain Computer Space, mesin game koin (arcade) pertama di dunia. Nutting Associate memproduksinya sampai 1500 unit. Di Santa Clara California, Busnell dan Ted Dabney mulai merintis perusahaan video game bernama Atari. Nama itu diambil dari kata berbahasa Jepang untuk “check” di board game Go. Selanjutnya, Bushnell membuat sebuah game simulasi ping pong yang diberi nama Pong, yang ternyata laku keras di pasaran. Demikian populernya, sampai-sampai mesin Pong di berbagai taman hiburan atau kafe harus dibongkar setiap 24 jam sekali untuk mengeluarkan koin yang berjejal-jejal. Pada tahun 1974, Nakamura Manufacturing (sekarang Namco) milik Masaya Nakamura memasuki pasar video game arcade setelah membeli Atari Jepang seharga $500.000. Perusahaan ini yang nantinya terkenal dengan game-game klasik mereka, yang meningkatkan produksi mesin game koin pada era 80-an. 1975 adalah salah satu tahun dalam perkembangan videogame yang patut diingat. Di tahun inilah, Bill Gates dan Paul Allen mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pengembang software terbesar di dunia, dan pembuat home-videogame console. Tahun ini juga merupakan masa jaya Pong, yang kembali laku keras di pasaran dan mengundang banyak pengembang game untuk membuat versinya sendiri. Tahun-tahun berikutnya menjadi masa pertarungan antara Atari dan Fairchild, yang sama-sama meluncurkan konsol game yang telah dilengkapi CPU. Fairchild meluncurkan Channel F (1976), dan disusul Atari yang merilis Atari VCS (Video Computer System) / Atari 2600 pada tahun 1977. Pertarungan itu kemudian dimenangkan Atari. Terjual sampai 25 juta unit, Atari 2600 tercatat sebagai konsol game populer pertama di dunia. Pada masa ini, game-game tidak lagi built-in, tapi sudah diprogram ke dalam mikrochip dan disimpan dalam cartridge plastik. Jadi, pemilik konsol dapat mengoleksi game dengan pilihan permainan yang lebih beragam. Tahun 1978, Milton Bradley mengeluarkan handheld Microvision hasil desain Jay Smith.
Read the rest of this entry »

 

Budaya Digital

Digital Culture

Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi berkembang sangat pesat. Terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai alat komunikasi canggih telah ditemukan sebagai media masyarakat untuk selalu dapat terkoneksi dimana pun dan kapan pun untuk berbagai keperluan bisnis maupun hiburan tanpa batas.

Dulu mungkin orang-orang masih menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi di jaman modern ini, budaya digital sudah sangat kental, dan tidak asing lagi dilihat. Orang-orang sekarang bisa menggunakan email, chat, sms, atau juga jejaring sosial menggunakan berbagai alat teknologi yang marak di kalangan masyarakat modern.

Read the rest of this entry »

 
 
%d bloggers like this: